Bidadari yang tersesat
Penulis : Irfan M.Saleh
Ilustrator : IMS
Editor : acer 431
Tlp : 082187890855
@mail : irfanm_saleh@yahoo.com
|
mentasbihkan kata yang merindu....
Nadiku,
melagukan kisah yang mencinta..
Resahku menepi, raguku menyepi....
Sesuatu yang dulu pernah menguap lama......
dan sesuatu itu ku sebut.......
Cinta
A
|
walnya hanya sebuah bayangan yang lewat di hadapanku,,
aku belum terlalu kenal dengan dirinya,
setalah beberapa minggu, sahabatku menyapa dan berusaha tuk berkenalan
dengannya, mereka telah saling mengenal, sedangkan aku tidak terlalu berniat
untuk mengenalnya lebih jauh, pada suatu malam…… kami sedang bermain kartu di
depan kosan tempat kami tinggal, di situlah kami sedikit lebih akrab, di
situlah aku melihat sesuatu dalam dirinya,, sesuatu yang tidak di miliki oleh
wanita lain, entah apa itu,, begitulah kata hatiku, aku penasaran,, siapa
wanita ini,, setiap kali aku memandangnya, hatiku merasakan hal yang luar
biasa, yang belum pernah kurasakan
sebelumnya,, rasa apakah ini,, mungkinkah ini rasa perasaan yang terbentur
dengan cinta, yang menghasilkan rasa rindu dan kebahagiaan yang berkecamuk
dalam diri ini, hari” berlalu dengan cepat….diriku merasa kaku ketika dia
berada di depanku,, tubuhku seakan terkunci, mataku serasa seperti hanya
berpatokkan pada suatu objek, dimana objek itu seperti menyihirku agar tetap
memandangnya. Aku bertanya di dalam hatiku, inikah yang di namakan cinta,
jantungku berdebar tak beraturan,, telah ku sadari,, aku jatuh hati padanya,,
hari” terasa indah bila dia berada di dekatku, melihat senyumannya membuatku
seakan-akan ingin terbang ke langit yang penuh dengan kebebasan… hari demi hari
ku jalani dengan penuh semangat, karena ada sebuah sosok yang hebat, sosok yang
telah membuatku bangkit dari kesedihan saat impianku tak kesampaian, sikapnya
begitu sopan, ramah lembut,, bagai bidadari
tersesat.. yang seakan-akan membawa kebahagiaan, bagi setiap orang yang
di timpah kesedihan hidup. Sekian kali aku berpikir, dapatkah aku memilikinya,
seseorang yang telah membangkitkan semangatku kembali,,, untuk terus berjuang
mencari hidup yang lebih baik,.. kemudian aku memendam sebuah perasaan kecil
padanya,, tapi, dari waktu ke waktu, perasaan kecil itu berubah menjadi besar,
saat aku sudah dekat dengan dia, aku ingin bertanya padanya, tapi hatiku masih
belum mampu untuk mengatakannya,.. hari” ku lalui dengan pearasaan yang terasa terkurung
dalam penjara hati. Sampai kapankah aku akan seperti ini,, aku mencurahkan isi hatiku pada
sahabatku,, sahabat kamarku, dia yang paling mengerti dengan perasaanku… dia
berkata padaku,, jika kau benar” tulus padanya, ungkapkanlah isi hatimu
padanya, jangan biarkan rasa itu tumbuh makin besar hingga membengkak di
dadamu,, ungkapkanlah masalah terima atau tidak,, itu urusan belakang, yang
terpenting adalah keberanianmu untuk mangatakan isi hatimu pada dirinya.. aku
terdiam sejenak dan mulai berpikir, apa
yang di katakan oleh sahabatku tadi, tapi.. hatiku berkata lain. Aku mulai berpikir,,, mana
mungkin wanita se cantik bidadari ini tak mempunyai kekasih, aku berusaha
mencari tahu informasi tentang dirinya yang lebih detail, kemudian aku
mendengar dari saudaranya sendiri bahwa dia sudah mempunyai seorang kekasih,,
mereka sudah menjalin hubungan yang
cukup lama, mendengar berita itu, hatiku seakan runtuh di tebing jurang
yang amat tinggi,, setelah peraasan ini tumbuh begitu tinggi, akhirnya goyah,dengan
begitu kerasnya hamparan angin kekecewaan yang begitu dahsyat, ingin ku hapus
semua perasaanku padanya, tapi, semakin aku berusaha untuk melupakannya, malah
aku semakin mengingatnya, oh tuhan.. inikah yang di namakan cinta bertepuk
sebelah tangan?? Atau sebuah kasih yang tak kesampaian, ya Tuhan.. aku hanya ingin dia
tahu, aku telah terlanjur jatuh cinta padanya. Pada suatu hari, kekasihnya datang padanya,, ketika aku melihat
kekasihnya,, hatiku terasa di tikam oleh jarum hati, yang di campur oleh racun
cinta,, cintaku padanya seperti memeluk pohon kaktus, semakin aku memeluknya.
Maka semakin pedih rasanya, tetapi.. entah kenapa, perasaanku padanya belum
juga hilang. Meskipun telah ku ketahui, bahwa dia sudah kepunyaan orang
lain. Oh bidadariku yang tersesat, ku
doakan kamu agar kamu selalu bahagia dengannya.
Hari” pun
berlalu dengan cepat, suatu ketika aku dan saudaranya baru selesai sholat di
sebuah mesjid dekat tempat kami tinggal,sambil berjalan pulang aku memberanikan
diri untuk mencurahkan perasaanku pada saudara dekatnya, bahwa aku memiliki
perasaan padanya, pada saudaramu… kemudian dia tertawa sambil menjawab “hahahaha..ada apa denganmu, apa yang ada
dalam dirinya sampai kau tertarik pada dirinya, tetapi jika kamu benar-benar
tulus, maka tak salah bila kau nyatakanlah padanya meski mungkin dia akan
menolakmu, tapi setidaknya kamu sudah menyatakan perasaanmu padanya”. Kemudian aku bertanya kepadanya “mau kah kamu menjadi teman curhatku?”.
Dia pun menjawab ”Baiklah, aku mau,
takkan ku ceritakan pada siapapun tentang hal ini,”. Waktu pun berlalu
dengan cepat, aku memberanikan diri untuk selalu dekat dengannya, aku berusaha
untuk membuatnya tertawa, karena dengan melihatnya tertawa, aku sudah merasa
cukup bahagia. Biarlah perasaan ini tetap ada dalam hatiku,, pada suatu hari,
teman-temanku yang ada di tempat kami tinggal mengetahui semua perasaanku
padanya, mereka mulai menghasutku untuk segera mengungkapkan isi hatiku, tapi
aku menjawab, ini belum waktunya, hatiku masih belum mampu untuk mengatakan hal
ini padanya.
Pada suatu hari dia telah mengetahui, bahwa
aku memiliki perasaan padanya, tingkah lakunya agak sedikit berbeda,aku
bertanya dalam hati, kenapa tingkah lakunya sedikit berbeda dari sebelumnya,
dia yang dulunya biasa tersenyum, sekarang keras sekali tersenyum,, ketika
berada di depanku.. apakah dia sudah tak mau lagi aku berada di dekatnya,, pada
malam hari saat itu lampu di tempat kami sedang padam, dia, aku dan teman-teman
lain sedang duduk di depan kosan,,setelah beberapa saat, teman” ku yang lainnya
masuk kedalam dan meninggalkan kami berdua, kemudian dia berkata kepadaku, “ wahai,, andi… aku ingin bertanya sesuatu
padamu.. dan aku harap, kamu menjawabnya dengan jujur.” Aku kaget dan menjawab.”pertanyaan apa itu wahai nisa, aku akan menjawab semampuku..”.
tubuhku sedikit gemetar, hatiku bertanya-tanya.. pertanyaan apakah ini… awalnya
dia masih ragu” untuk bertanya.. dengan wajah yang sidikit terlihat malu, nisa
pun bertanya..”wahai andi,, aku mendengar
kabar dari teman-teman bahwa kau menyukaiku, apakah itu benar, wahai andi..?”
tubuhku langsung terdiam, mulutku seakan terkunci untuk menjawab, hatiku
berkata.. inikah saatnya aku ungkapkan perasaanku padanya,, dengan hati yang
kuat aku pun menjawab “ia,,kabar itu
memang benar, maafkan aku,,” setelah menjawab, aku menunduk dengan perasaan
yang begitu khawatir,, khawatir apakah dia akan marah padaku,,.dengan hati yang
ramah dia menjawab”kenapa minta maaf,
semua orang mempuanyai hak untuk mengungkapkan perasaannya, aku tidak
marah,,aku hanya ingin kau pahami, bahwa aku sudah mempunyai seorang kekasih,
dan jika aku tidak dengnnya sekarang, mungkin aku bisa menerimamu ,,,, tapi
apakah kamu tidak malu,, ketika saat kita berdua bersama,,, orang-orang akan
berkata,, kenapa andi menjalin hubungan
dengan wanita yang umurnya 5 tahun lebih tua dari dirinya,..?’’ aku pun
menjawab dengan perasaan sedikit kecewa,”umur
tidak akan jadi penghalang,, ketika Allah berkata dia jodohmu.. baiklah,, aku
hargai jawabanmu,, biarlah rasa ini tetap untukku,, ketahuilah,, meskipun aku
telah dengan wanita lain..,, perasaanku ini masih ada untukmu” nisa pun
bertanya kembali ‘’ sebenarnya apa yang ada
dalam diriku sehingga membuatmu tertarik padaku?’’.dengan jiwa yang tegar
aku menjawab,,” aku melihat sesuatu dalam
dirimu, yang tidak dimiliki oleh wanita lain, entah apa Itu..”. kemudian
dia bercerita tentang temannya,, mungkin itu hanya untuk mengalihkan topic
pembicaraan aku dan dia, tapi tak apalah, yang penting aku sudah menyatakan
perasaanku padanya..
Hari” berlalu dengan cepat, suasana tak lagi
sama seperti dulu,, sikapnya padaku sedikit berbeda,, aku menyadari.. diriku
tak mungkin bisa memilikinya,, pada suatu malam dia memanggilku, untuk
mengatakan suatu hal, kami berdua duduk di depan kosan kami, dengan berat hati,
dia berkata padaku,, “andi, jikalau aku
tak mempunyai seorang kekasih sekarang ini,, tentu aku mau menjadi kekasihmu,
tetapi mungkin kita berdua hanya terlambat di pertemukan, aku harap kau
mengerti, aku pun mempunyai perasaan padamu,” mendengar kata itu, diriku
langsung terdiam dengan perasaan senang dan bercampur sedih,,, entah apa yang
harus aku lakukan lagi,, kemudian dia mengungkapkan suatu ungkapan yang membuat
aku sedikit merasa bersalah,.. ”wahai
andi,, tahukah kamu, betapa cemburunya aku ketika melihat mantan kekasihmu
datang menemuimu,, sampai-sampai aku sengaja keluar ke rumah teman, untuk
menghilangkan rasa sakit itu,, entah kenapa, diriku seperti ini,aku dan kamu
bahkan tidak mempunyai hubungan apa-apa,..tapi rasa sakitnya sedikit agak
menyiksaku..” mendengar perkataannya itu, aku jadi bingung,, ada apa dengan
dirinya, mungkinkah kita berdua terperangkap dalam kisah cinta yang tak
sampai,,..entahlah,, biar tuhan yang menentukan nasib kita…
Sebulan
kemudian dia pergi untuk melakukan tugas yang di berikan oleh kampus,, yaitu MKG, dua bulan lamanya Dia pergi, hampa rasanya saya
ketika dia tidak ada di hadapan saya lagi,,
2 bulan pun berlalu, waktunya dia kembali lagi…saat dia
kembali entah kenapa diriku merasa sangat malu kepadanya….pertama kali melihat
dirinya wahhhhhh….wajahnya berubah menjadi after-before entah apa yang terjadi
pada wajahnya….
Dan sekarang diriku akan pergi meninggalkannya selama 2
minggu untuk memenuhi tugas kuliah yang di berikan oleh kampus di morotai.
Entah apa yang akan terjadi selama diriku pergi meninggalkannya apakah dia
rindu diriku atau pun sebaliknya.
Dalam perjalan menuju ke morotai, rasa rinduku padanya mulai
timbul… sebelum pergi, aku dan dia sempat menyisihkan beberapa kenangan yang
hanya di dokumentasikan lewat foto, namun foto itu merupakan kenangan indah yang pernah aku aku lakukan bersamanya.. di malam itu kami berdua seakan
telah saling memiliki, namun aku harus sadar, siapa diriku sebenarnya,
Semoga diriku bisa melupakannya selama diriku berada di
morotai…aminnn….
Sebentar malam perpisahan antara diriku dengan dirinya L lebih baik meninggalkan dari pada
ditinggalkan.
Bersambung J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar