Sabtu, 09 Desember 2017

bidadari yang tersesat

Bidadari yang tersesat
Penulis                                 : Irfan M.Saleh
Ilustrator             : IMS
Editor                    : acer 431
Tlp                          : 082187890855
@mail                   : irfanm_saleh@yahoo.com
Hatiku,
mentasbihkan kata yang merindu....
Nadiku,
melagukan kisah yang mencinta..
Resahku menepi, raguku menyepi....
Sesuatu yang dulu pernah menguap lama......
dan sesuatu itu ku sebut.......
Cinta
A

walnya hanya sebuah bayangan yang lewat di hadapanku,, aku belum terlalu kenal  dengan dirinya, setalah beberapa minggu, sahabatku menyapa dan berusaha tuk berkenalan dengannya, mereka telah saling mengenal, sedangkan aku tidak terlalu berniat untuk mengenalnya lebih jauh, pada suatu malam…… kami sedang bermain kartu di depan kosan tempat kami tinggal, di situlah kami sedikit lebih akrab, di situlah aku melihat sesuatu dalam dirinya,, sesuatu yang tidak di miliki oleh wanita lain, entah apa itu,, begitulah kata hatiku, aku penasaran,, siapa wanita ini,, setiap kali aku memandangnya, hatiku merasakan hal yang luar biasa,  yang belum pernah kurasakan sebelumnya,, rasa apakah ini,, mungkinkah ini rasa perasaan yang terbentur dengan cinta, yang menghasilkan rasa rindu dan kebahagiaan yang berkecamuk dalam diri ini, hari” berlalu dengan cepat….diriku merasa kaku ketika dia berada di depanku,, tubuhku seakan terkunci, mataku serasa seperti hanya berpatokkan pada suatu objek, dimana objek itu seperti menyihirku agar tetap memandangnya. Aku bertanya di dalam hatiku, inikah yang di namakan cinta, jantungku berdebar tak beraturan,, telah ku sadari,, aku jatuh hati padanya,, hari” terasa indah bila dia berada di dekatku, melihat senyumannya membuatku seakan-akan ingin terbang ke langit yang penuh dengan kebebasan… hari demi hari ku jalani dengan penuh semangat, karena ada sebuah sosok yang hebat, sosok yang telah membuatku bangkit dari kesedihan saat impianku tak kesampaian, sikapnya begitu sopan, ramah lembut,, bagai bidadari  tersesat.. yang seakan-akan membawa kebahagiaan, bagi setiap orang yang di timpah kesedihan hidup. Sekian kali aku berpikir, dapatkah aku memilikinya, seseorang yang telah membangkitkan semangatku kembali,,, untuk terus berjuang mencari hidup yang lebih baik,.. kemudian aku memendam sebuah perasaan kecil padanya,, tapi, dari waktu ke waktu, perasaan kecil itu berubah menjadi besar, saat aku sudah dekat dengan dia, aku ingin bertanya padanya, tapi hatiku masih belum mampu untuk mengatakannya,.. hari” ku lalui dengan pearasaan yang terasa terkurung dalam penjara hati. Sampai kapankah aku akan seperti  ini,, aku mencurahkan isi hatiku pada sahabatku,, sahabat kamarku, dia yang paling mengerti dengan perasaanku… dia berkata padaku,, jika kau benar” tulus padanya, ungkapkanlah isi hatimu padanya, jangan biarkan rasa itu tumbuh makin besar hingga membengkak di dadamu,, ungkapkanlah masalah terima atau tidak,, itu urusan belakang, yang terpenting adalah keberanianmu untuk mangatakan isi hatimu pada dirinya.. aku terdiam sejenak dan mulai  berpikir, apa yang di katakan oleh sahabatku tadi, tapi.. hatiku  berkata lain. Aku mulai berpikir,,, mana mungkin wanita se cantik bidadari ini tak mempunyai kekasih, aku berusaha mencari tahu informasi tentang dirinya yang lebih detail, kemudian aku mendengar dari saudaranya sendiri bahwa dia sudah mempunyai seorang kekasih,, mereka sudah menjalin hubungan yang  cukup lama, mendengar berita itu, hatiku seakan runtuh di tebing jurang yang amat tinggi,, setelah peraasan ini tumbuh begitu tinggi, akhirnya goyah,dengan begitu kerasnya hamparan angin kekecewaan yang begitu dahsyat, ingin ku hapus semua perasaanku padanya, tapi, semakin aku berusaha untuk melupakannya, malah aku semakin mengingatnya, oh tuhan.. inikah yang di namakan cinta bertepuk sebelah tangan?? Atau sebuah kasih yang  tak kesampaian, ya Tuhan.. aku hanya ingin dia tahu, aku telah terlanjur jatuh cinta padanya.  Pada suatu hari, kekasihnya  datang padanya,, ketika aku melihat kekasihnya,, hatiku terasa di tikam oleh jarum hati, yang di campur oleh racun cinta,, cintaku padanya seperti memeluk pohon kaktus, semakin aku memeluknya. Maka semakin pedih rasanya, tetapi.. entah kenapa, perasaanku padanya belum juga hilang. Meskipun telah ku ketahui, bahwa dia sudah kepunyaan orang lain.  Oh bidadariku yang tersesat, ku doakan kamu agar kamu selalu bahagia dengannya.
Hari” pun berlalu dengan cepat, suatu ketika aku dan saudaranya baru selesai sholat di sebuah mesjid dekat tempat kami tinggal,sambil berjalan pulang aku memberanikan diri untuk mencurahkan perasaanku pada saudara dekatnya, bahwa aku memiliki perasaan padanya, pada saudaramu… kemudian dia tertawa sambil menjawab “hahahaha..ada apa denganmu, apa yang ada dalam dirinya sampai kau tertarik pada dirinya, tetapi jika kamu benar-benar tulus, maka tak salah bila kau nyatakanlah padanya meski mungkin dia akan menolakmu, tapi setidaknya kamu sudah menyatakan perasaanmu padanya”.  Kemudian aku bertanya kepadanya “mau kah kamu menjadi teman curhatku?”. Dia pun menjawab ”Baiklah, aku mau, takkan ku ceritakan pada siapapun tentang hal ini,”. Waktu pun berlalu dengan cepat, aku memberanikan diri untuk selalu dekat dengannya, aku berusaha untuk membuatnya tertawa, karena dengan melihatnya tertawa, aku sudah merasa cukup bahagia. Biarlah perasaan ini tetap ada dalam hatiku,, pada suatu hari, teman-temanku yang ada di tempat kami tinggal mengetahui semua perasaanku padanya, mereka mulai menghasutku untuk segera mengungkapkan isi hatiku, tapi aku menjawab, ini belum waktunya, hatiku masih belum mampu untuk mengatakan hal ini padanya.
Pada suatu hari dia telah mengetahui, bahwa aku memiliki perasaan padanya, tingkah lakunya agak sedikit berbeda,aku bertanya dalam hati, kenapa tingkah lakunya sedikit berbeda dari sebelumnya, dia yang dulunya biasa tersenyum, sekarang keras sekali tersenyum,, ketika berada di depanku.. apakah dia sudah tak mau lagi aku berada di dekatnya,, pada malam hari saat itu lampu di tempat kami sedang padam, dia, aku dan teman-teman lain sedang duduk di depan kosan,,setelah beberapa saat, teman” ku yang lainnya masuk kedalam dan meninggalkan kami berdua, kemudian dia berkata kepadaku, “ wahai,, andi… aku ingin bertanya sesuatu padamu.. dan aku harap, kamu menjawabnya dengan jujur.”  Aku kaget dan menjawab.”pertanyaan apa itu wahai nisa, aku akan menjawab semampuku..”. tubuhku sedikit gemetar, hatiku bertanya-tanya.. pertanyaan apakah ini… awalnya dia masih ragu” untuk bertanya.. dengan wajah yang sidikit terlihat malu, nisa pun bertanya..”wahai andi,, aku mendengar kabar dari teman-teman bahwa kau menyukaiku, apakah itu benar, wahai andi..?” tubuhku langsung terdiam, mulutku seakan terkunci untuk menjawab, hatiku berkata.. inikah saatnya aku ungkapkan perasaanku padanya,, dengan hati yang kuat aku pun menjawab “ia,,kabar itu memang benar, maafkan aku,,” setelah menjawab, aku menunduk dengan perasaan yang begitu khawatir,, khawatir apakah dia akan marah padaku,,.dengan hati yang ramah dia menjawab”kenapa minta maaf, semua orang mempuanyai hak untuk mengungkapkan perasaannya, aku tidak marah,,aku hanya ingin kau pahami, bahwa aku sudah mempunyai seorang kekasih, dan jika aku tidak dengnnya sekarang, mungkin aku bisa menerimamu ,,,, tapi apakah kamu tidak malu,, ketika saat kita berdua bersama,,, orang-orang akan berkata,, kenapa andi  menjalin hubungan dengan wanita yang umurnya 5 tahun lebih tua dari dirinya,..?’’ aku pun menjawab dengan perasaan sedikit kecewa,”umur tidak akan jadi penghalang,, ketika Allah berkata dia jodohmu.. baiklah,, aku hargai jawabanmu,, biarlah rasa ini tetap untukku,, ketahuilah,, meskipun aku telah dengan wanita lain..,, perasaanku ini masih ada untukmu” nisa pun bertanya kembali ‘’ sebenarnya apa yang ada dalam diriku sehingga membuatmu tertarik padaku?’’.dengan jiwa yang tegar aku menjawab,,” aku melihat sesuatu dalam dirimu, yang tidak dimiliki oleh wanita lain, entah apa Itu..”. kemudian dia bercerita tentang temannya,, mungkin itu hanya untuk mengalihkan topic pembicaraan aku dan dia, tapi tak apalah, yang penting aku sudah menyatakan perasaanku padanya..
Hari” berlalu dengan cepat, suasana tak lagi sama seperti dulu,, sikapnya padaku sedikit berbeda,, aku menyadari.. diriku tak mungkin bisa memilikinya,, pada suatu malam dia memanggilku, untuk mengatakan suatu hal, kami berdua duduk di depan kosan kami, dengan berat hati, dia berkata padaku,, “andi, jikalau aku tak mempunyai seorang kekasih sekarang ini,, tentu aku mau menjadi kekasihmu, tetapi mungkin kita berdua hanya terlambat di pertemukan, aku harap kau mengerti, aku pun mempunyai perasaan padamu,” mendengar kata itu, diriku langsung terdiam dengan perasaan senang dan bercampur sedih,,, entah apa yang harus aku lakukan lagi,, kemudian dia mengungkapkan suatu ungkapan yang membuat aku sedikit merasa bersalah,.. ”wahai andi,, tahukah kamu, betapa cemburunya aku ketika melihat mantan kekasihmu datang menemuimu,, sampai-sampai aku sengaja keluar ke rumah teman, untuk menghilangkan rasa sakit itu,, entah kenapa, diriku seperti ini,aku dan kamu bahkan tidak mempunyai hubungan apa-apa,..tapi rasa sakitnya sedikit agak menyiksaku..” mendengar perkataannya itu, aku jadi bingung,, ada apa dengan dirinya, mungkinkah kita berdua terperangkap dalam kisah cinta yang tak sampai,,..entahlah,, biar tuhan yang menentukan nasib kita…
        Sebulan kemudian dia pergi untuk melakukan tugas yang di berikan oleh kampus,,  yaitu MKG, dua bulan lamanya  Dia pergi, hampa rasanya saya ketika dia tidak ada di hadapan saya lagi,,
2 bulan pun berlalu, waktunya dia kembali lagi…saat dia kembali entah kenapa diriku merasa sangat malu kepadanya….pertama kali melihat dirinya wahhhhhh….wajahnya berubah menjadi after-before entah apa yang terjadi pada wajahnya….
Dan sekarang diriku akan pergi meninggalkannya selama 2 minggu untuk memenuhi tugas kuliah yang di berikan oleh kampus di morotai. Entah apa yang akan terjadi selama diriku pergi meninggalkannya apakah dia rindu diriku atau pun sebaliknya.
Dalam perjalan menuju ke morotai, rasa rinduku padanya mulai timbul… sebelum  pergi, aku dan  dia sempat menyisihkan beberapa kenangan yang hanya di dokumentasikan lewat foto, namun foto itu merupakan kenangan  indah yang pernah aku aku lakukan  bersamanya.. di malam itu kami berdua seakan telah saling memiliki, namun aku harus sadar, siapa diriku sebenarnya,
Semoga diriku bisa melupakannya selama diriku berada di morotai…aminnn….
Sebentar malam perpisahan antara diriku dengan dirinya L lebih baik meninggalkan dari pada ditinggalkan.
Bersambung J

Rabu, 18 Oktober 2017


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ANGKATAN 2013
PRAKTER FISTUM 10-04-2015